Di antara hiruk pikuk modernitas Jawa Timur, tersembunyi sebuah permata yang memancarkan kilau masa lalu yang megah dan pesona alam yang memukau. Mojokerto, sebuah nama yang mungkin seringkali terlewat dalam daftar destinasi wisata populer, sejatinya adalah gerbang menuju peradaban besar Majapahit yang pernah menguasai Nusantara, sekaligus surga bagi pencinta keindahan alam pegunungan. Ini bukan sekadar kota biasa; ini adalah kapsul waktu yang menawarkan pengalaman mendalam, sebuah destinasi yang, meski sering disebut “tersembunyi,” memiliki potensi mendunia yang tak terbantahkan.
Mari kita singkap lapisan demi lapisan pesona Mojokerto, dari reruntuhan candi yang berbisik tentang kejayaan masa lampau hingga puncak gunung yang menjanjikan ketenangan abadi.
Bagian 1: Menyelami Jejak Emas Majapahit di Trowulan – Pusat Peradaban yang Mendunia
Tak ada cara lain untuk memulai perjalanan di Mojokerto selain dengan menyelam ke jantung sejarahnya yang paling berharga: Trowulan. Kawasan ini bukan hanya situs arkeologi biasa; ia adalah sisa-sisa ibu kota Kerajaan Majapahit, kerajaan maritim terbesar di Nusantara yang pernah menyatukan wilayah yang kini meliputi sebagian besar Asia Tenggara. Bayangkan, sebuah kota metropolitan di abad ke-14 yang konon dihuni ratusan ribu jiwa, dengan tata kota yang rapi, sistem irigasi canggih, dan kehidupan budaya yang begitu maju. Ini adalah bukti nyata kebesaran Nusantara yang patut dikenalkan ke seluruh dunia.
Candi Bajang Ratu: Gerbang Keagungan
Langkah pertama di Trowulan sebaiknya menuju Candi Bajang Ratu. Berdiri anggun dengan arsitektur gerbang paduraksa (gerbang beratap) yang menjulang tinggi, candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-14 dan berfungsi sebagai gerbang masuk kompleks bangunan suci atau peringatan wafatnya Raja Jayanegara. Relief kala dengan ukiran yang detail dan hiasan sayap Garuda yang indah akan langsung membawa imajinasi Anda terbang ke masa lalu. Anda bisa merasakan aura keagungan dan kekuasaan Majapahit yang terpancar dari setiap pahatan batu bata merahnya. Ini bukan sekadar gerbang, melainkan sebuah pernyataan arsitektur yang megah.
Candi Wringin Lawang: Gerbang Kembar yang Penuh Misteri
Tak jauh dari Bajang Ratu, kita akan disambut oleh kemegahan Candi Wringin Lawang. Berbeda dengan Bajang Ratu, Wringin Lawang adalah gerbang candi bentar (gerbang terbelah dua) raksasa yang tersusun dari bata merah. Ketinggiannya yang mencapai 15,5 meter dan lebarnya yang memukau menunjukkan fungsinya sebagai gerbang utama memasuki sebuah kompleks bangunan penting, mungkin istana raja atau bangunan kenegaraan. Berjalan di antara dua belah gerbang ini, Anda seolah-olah melewati portal waktu menuju pusat pemerintahan Majapahit. Arsitekturnya yang simetris dan masif adalah bukti keahlian para seniman dan arsitek Majapahit yang luar biasa.
Candi Tikus: Sebuah Pemandian Suci yang Unik
Kemudian, ada Candi Tikus, sebuah situs yang paling memukau dan unik di Trowulan. Ditemukan terkubur di bawah tanah dan menyerupai kolam pemandian kuno, candi ini memiliki struktur teras berundak dengan miniatur candi di bagian puncaknya. Ada yang menduga ini adalah petirtaan (pemandian suci) untuk ritual kerajaan, ada pula yang berpendapat sebagai replika Gunung Mahameru. Keunikan tata letaknya yang menyerupai istana air mini, lengkap dengan pancuran air berbentuk naga, memberikan nuansa mistis sekaligus artistik. Mengunjungi Candi Tikus adalah pengalaman yang berbeda, seolah menemukan oase spiritual di tengah reruntuhan.
Candi Brahu: Tempat Pembakaran Raja-raja
Jangan lewatkan Candi Brahu, yang diyakini sebagai tempat kremasi raja-raja Majapahit, termasuk Raja Hayam Wuruk. Meskipun sebagian besar strukturnya kini telah direstorasi, jejak sejarah yang mendalam masih terasa. Berdiri kokoh dengan bata merah khas Majapahit, candi ini adalah saksi bisu ritual dan upacara keagamaan tertinggi kerajaan. Keheningan di sekitar candi ini memungkinkan Anda merenungkan siklus kehidupan dan kematian para penguasa Nusantara.
Museum Majapahit (Situs Trowulan): Jendela Ilmu Pengetahuan
Untuk melengkapi penjelajahan sejarah Anda, Museum Majapahit atau Situs Trowulan adalah tempat yang wajib dikunjungi. Di sinilah ribuan artefak yang ditemukan di sekitar Trowulan dipamerkan dengan apik. Dari arca-arca dewa-dewi, perhiasan emas, keramik asing, peralatan rumah tangga, hingga berbagai macam gerabah, semuanya bercerita tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Majapahit yang begitu maju dan kosmopolitan. Anda akan melihat bukti perdagangan internasional yang intens, kekayaan seni rupa, dan kemajuan teknologi yang menakjubkan. Museum ini bukan hanya sekadar koleksi benda mati, melainkan sebuah narasi visual tentang kejayaan sebuah peradaban yang seharusnya dikenal luas oleh dunia.
Gerabah Trowulan: Warisan Kerajinan yang Tak Lekang Waktu
Di sekitar Trowulan, Anda juga bisa menemukan sentra kerajinan gerabah yang telah ada sejak era Majapahit. Masyarakat setempat masih melestarikan tradisi pembuatan gerabah dengan teknik turun-temurun. Anda bisa menyaksikan langsung proses pembuatannya dan bahkan mencoba membentuk tanah liat sendiri. Membawa pulang gerabah Trowulan bukan hanya sekadar suvenir, melainkan membawa pulang sepotong sejarah hidup yang terus berdenyut.
Bagian 2: Memeluk Keindahan Alam Mojokerto – Surga Pegunungan yang Menyegarkan
Setelah puas menyelami masa lalu yang gemilang, Mojokerto menyuguhkan kontras yang menyegarkan: keindahan alam pegunungan yang menenangkan jiwa. Wilayah selatan Mojokerto, terutama Pacet dan Trawas, adalah destinasi ideal bagi mereka yang mencari pelarian dari hiruk pikuk kota, udara segar, dan pemandangan hijau yang memanjakan mata. Ini adalah sisi lain Mojokerto yang menawarkan ketenangan dan petualangan, potensi wisata yang sama menariknya bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Pacet: Oase Pemandian Air Panas dan Petualangan
Pacet adalah kawasan wisata yang sangat populer, terkenal dengan pemandian air panas alaminya. Air panas belerang dari pegunungan dipercaya memiliki khasiat terapeutik yang baik untuk kesehatan kulit dan relaksasi otot. Berendam di kolam air panas setelah seharian menjelajah candi adalah kenikmatan yang tak ternilai.
Namun, Pacet lebih dari sekadar pemandian air panas. Kawasan ini menawarkan berbagai aktivitas outbound yang menantang, seperti rafting di Sungai Brantas (yang hulunya melewati Mojokerto), flying fox, hingga paintball. Hutan pinus yang rimbun juga menjadi lokasi favorit untuk camping atau sekadar berjalan santai menikmati udara pegunungan yang sejuk. Destinasi seperti Air Terjun Dlundung, dengan airnya yang jernih dan pemandangan hijau di sekelilingnya, adalah tempat sempurna untuk bersantai dan menikmati keindahan alam. Anda bisa merasakan kesegaran air terjun yang jatuh dari ketinggian, menciptakan suasana damai dan menenangkan.
Trawas: Lembah Resort dan Pemandangan Indah
Bergeser sedikit ke timur, Trawas menyambut Anda dengan deretan resort dan villa mewah yang tersebar di antara hamparan sawah dan perbukitan hijau. Udara di Trawas bahkan lebih sejuk, menjadikannya tempat ideal untuk beristirahat dan menikmati pemandangan Gunung Welirang dan Penanggungan yang menjulang gagah. Banyak kafe dan restoran dengan konsep view yang menarik, memungkinkan Anda menikmati hidangan lezat sambil memandangi panorama alam yang menakjubkan. Trawas juga dikenal sebagai sentra agrowisata, di mana Anda bisa mengunjungi kebun-kebun buah atau sayur dan menikmati produk segar langsung dari petaninya.
Gunung Penanggungan: Piramida Suci Jawa yang Penuh Candi
Tak lengkap rasanya bicara alam Mojokerto tanpa menyebut Gunung Penanggungan. Gunung ini bukan hanya sekadar gunung; ia adalah sebuah “piramida suci” Jawa, yang diyakini sebagai replika Gunung Mahameru dalam mitologi Hindu-Buddha. Sepanjang jalur pendakiannya, Anda akan menemukan puluhan situs candi dan pertapaan kuno yang tersebar di lereng-lerengnya. Ini adalah kombinasi unik antara petualangan alam dan penjelajahan sejarah spiritual. Mendaki Penanggungan adalah sebuah ziarah yang menawarkan pemandangan menakjubkan dari puncaknya, sekaligus kesempatan untuk menyentuh langsung warisan budaya yang tak ternilai. Sensasi menemukan reruntuhan candi di tengah hutan belantara, dengan pemandangan awan di bawah kaki, adalah pengalaman yang tak akan terlupakan dan sangat unik di dunia.
Bagian 3: Kuliner dan Budaya Lokal – Melengkapi Perjalanan Anda
Perjalanan di Mojokerto tak akan lengkap tanpa mencicipi kekayaan kuliner dan berinteraksi dengan budaya lokalnya.
Onde-onde Mojokerto: Camilan legendaris ini adalah oleh-oleh wajib. Bola-bola ketan berisi kacang hijau yang renyah di luar dan lembut di dalam, dengan taburan wijen, memiliki rasa manis gurih yang khas. Konon, onde-onde ini sudah ada sejak era Majapahit, menjadikannya camilan dengan sejarah panjang.
Sate Bekicot: Bagi yang berani mencoba, sate bekicot adalah hidangan unik Mojokerto. Daging bekicot yang diolah dengan bumbu rempah khas, menghasilkan cita rasa yang tak terduga dan lezat.
Sambal Wader: Ikan wader kecil yang digoreng garing lalu disajikan dengan sambal pedas, cocok disantap dengan nasi hangat. Ini adalah hidangan sederhana namun kaya rasa yang merefleksikan kekayaan kuliner pedesaan Jawa.
Keramahan penduduk lokal Mojokerto juga akan menambah hangat pengalaman perjalanan Anda. Mereka dengan senang hati akan berbagi cerita, petunjuk, atau sekadar senyuman tulus.
Bagian 4: Mengapa Mojokerto “Mendunia”? Potensi yang Tersembunyi
Pertanyaan besar yang mungkin muncul: mengapa Mojokerto bisa disebut “mendunia”?
- Jantung Peradaban Majapahit: Ini adalah alasan paling kuat. Majapahit bukan sekadar kerajaan lokal, melainkan sebuah imperium yang pengaruhnya melampaui batas-batas Indonesia modern. Sejarahnya yang kaya akan raja-raja besar seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada, serta konsep Nusantara yang menyatukan berbagai wilayah, adalah warisan global. Situs Trowulan adalah bukti fisik dari peradaban ini, yang setara dengan situs-situs arkeologi besar di Mesir, Yunani, atau Roma, namun dengan narasi yang khas Asia Tenggara. Potensinya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sangat besar dan layak diperjuangkan.
- Harmoni Sejarah dan Alam: Mojokerto menawarkan paket lengkap yang jarang ditemukan di tempat lain. Anda bisa menyelami kejayaan sejarah di pagi hari dan menenangkan diri di pegunungan yang asri di sore hari. Kombinasi unik antara situs arkeologi Majapahit yang megah dengan keindahan alam pegunungan (pemandian air panas, air terjun, jalur pendakian dengan candi-candi purba) adalah daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan yang mencari pengalaman holistik.
- Destinasi yang Belum Tersentuh Masif: Justru karena belum terlalu “terekspos” seperti Bali atau Borobudur, Mojokerto menawarkan pengalaman otentik dan “tersembunyi” yang dicari oleh banyak traveler modern. Mereka yang mencari petualangan, kedalaman sejarah, dan ketenangan alam tanpa keramaian massal akan menemukan Mojokerto sebagai surga tersembunyi. Ini adalah magnet bagi wisatawan yang menghargai keberlanjutan dan pengalaman yang lebih personal.
- Warisan Budaya yang Hidup: Dari gerabah Trowulan hingga cerita rakyat yang masih hidup, Mojokerto adalah tempat di mana sejarah tidak hanya diam dalam reruntuhan, tetapi juga berdenyut dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Ini memberikan dimensi yang lebih kaya bagi para pengunjung yang ingin memahami budaya lokal secara mendalam.
Kesimpulan: Sebuah Undangan ke Mojokerto
Mojokerto adalah sebuah kanvas luas yang dilukis dengan goresan sejarah emas dan sapuan warna alam yang memukau. Dari reruntuhan Trowulan yang berbisik tentang kejayaan Majapahit hingga puncak Penanggungan yang menawarkan ketenangan spiritual, setiap sudut Mojokerto menyimpan cerita dan keindahan yang menunggu untuk dijelajahi.
Ia mungkin belum sepopuler destinasi lain, namun justru di situlah letak pesonanya. Mojokerto menawarkan pengalaman yang lebih intim, lebih mendalam, dan lebih otentik. Ini adalah undangan bagi Anda, para petualang, pencinta sejarah, dan penikmat alam, untuk datang dan menyaksikan sendiri keajaiban yang ada di sana.
Mojokerto bukan hanya sekadar bagian dari masa lalu atau lanskap indah. Ia adalah bukti nyata bahwa Indonesia memiliki warisan yang tak ternilai, sebuah permata yang siap bersinar dan dikenal luas oleh dunia. Mari kita kunjungi, pelajari, dan lestarikan keindahan Mojokerto, jantung Majapahit dan surga alam yang sesungguhnya layak mendunia.