
MDINETWORK – Peristiwa bencana alam seperti tanah longsor sering kali menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya pemantauan lingkungan. Salah satu contoh terbaru adalah kejadian tanah longsor yang terjadi di Niscemi, sebuah kota kecil di Provinsi Caltanissetta, Sicilia, Italia. Kejadian ini menunjukkan betapa rentannya wilayah tertentu terhadap risiko bencana alam dan seberapa pentingnya adanya sistem pemantauan yang efektif.
Kondisi Geologis Niscemi dan Risiko yang Mengancam
Niscemi memiliki kondisi geologis yang unik. Kota ini terletak di atas dataran tinggi yang dikelilingi oleh tebing alami. Struktur tanah di daerah ini terdiri dari pasir yang berlapis dengan lapisan batu pasir di atas tanah liat. Kombinasi ini membuat wilayah tersebut rentan terhadap longsoran, terutama ketika terjadi curah hujan tinggi atau perubahan drastis pada air tanah.
Pada 25 Januari 2026, tanah longsor besar terjadi di kawasan Sante Croci, menyebabkan kerusakan parah dan memaksa evakuasi sekitar 1.500 penduduk. Kejadian ini bukanlah yang pertama. Pada tahun 1997, kawasan yang sama juga pernah terkena longsoran besar. Hal ini menunjukkan bahwa risiko bencana ini tidak hanya sekali, tetapi bisa terulang jika tidak ada tindakan pencegahan yang tepat.
Penambahan Area Terancam Akibat Penggunaan Lahan yang Tidak Terkendali
Pengembangan wilayah di Italia terus meningkat, termasuk penggunaan lahan yang tidak terkendali. Dalam beberapa tahun terakhir, area yang terancam longsoran meningkat secara signifikan. Pada 2023, meskipun ada penurunan, jumlah lahan yang digunakan untuk pembangunan dan pengerasan permukaan terus bertambah, terutama di wilayah yang sudah diketahui rawan bencana. Hal ini mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air dan meningkatkan kerentanan masyarakat.
Peran ISPRA dalam Pemantauan dan Edukasi Masyarakat
Institut for Environmental Protection and Research (ISPRA) memainkan peran penting dalam memantau dan memberikan informasi tentang risiko bencana alam. Salah satu inisiatif utamanya adalah platform digital bernama IdroGEO. Platform ini dirancang untuk memberikan data akurat tentang potensi bencana, seperti longsoran dan banjir, kepada masyarakat dan pemerintah.
IdroGEO menawarkan fitur “Verifikasi Perilaku” yang memungkinkan pengguna mencari lokasi spesifik dan melihat tingkat risiko dalam radius 500 meter. Aplikasi ini dapat diakses melalui smartphone, sehingga memudahkan akses informasi bagi masyarakat umum.
Inovasi Teknologi dalam Pemantauan Bencana
Selain menggunakan data dari inventaris IFFI dan rencana tata ruang regional, ISPRA juga mengadopsi teknologi canggih seperti fotomonitoring dan kecerdasan buatan (AI). Fotomonitoring melibatkan penggunaan sensor foto untuk merekam perubahan di wilayah tertentu, sementara AI membantu mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpan data bencana. Teknologi ini juga memungkinkan pengembangan asisten virtual yang dapat menjawab pertanyaan publik tentang risiko bencana.
Laporan Triwulan ISPRA tentang Risiko Bencana
ISPRA juga merilis laporan triwulan yang memberikan gambaran lengkap tentang risiko bencana di Italia. Laporan terbaru menunjukkan bahwa pada 2024, konsumsi lahan meningkat secara signifikan, mencapai 84 km². Angka ini menunjukkan bahwa wilayah yang semakin terbuka untuk pembangunan juga semakin rentan terhadap bencana alam.
Dalam laporan tersebut, 94,5% dari 7.463 komune di Italia tercatat sebagai wilayah yang rentan terhadap longsoran, banjir, dan erosi pantai. Sekitar 1,28 juta penduduk tinggal di wilayah dengan risiko longsoran tinggi, sedangkan 6,8 juta orang berpotensi terkena dampak banjir. Wilayah seperti Emilia-Romagna, Toscana, Veneto, Campania, Lombardia, dan Liguria memiliki jumlah penduduk terbesar yang terancam.
Data yang Menunjukkan Bahaya Bencana di Italia
Menurut inventaris Fenomena Franosi di Italia (IFFI), yang disusun oleh ISPRA bersama dengan provinsi dan lembaga lingkungan regional, terdapat lebih dari 636.000 longsoran yang dicatat dari abad ke-11 hingga 2024. Sebanyak 28% dari longsoran ini sangat cepat dan memiliki kapasitas kerusakan tinggi.
Beberapa peristiwa tragis yang tercatat antara 2022 dan 2024 termasuk longsoran di pulau Ischia pada November 2022, fenomena luas di Emilia-Romagna pada Mei 2023, dan peristiwa di San Felice a Cancello, Provinsi Caserta, pada 2024.
Laporan ini juga mencakup isu banjir dan erosi pantai. Antara 2006 dan 2020, sekitar 1.899 km garis pantai mengalami perubahan signifikan, yaitu 23% dari seluruh garis pantai negara. Ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap lingkungan pesisir juga sangat nyata.
Kejadian tanah longsor di Niscemi menjadi pengingat penting tentang perlunya sistem pemantauan yang efektif dan edukasi masyarakat tentang risiko bencana. Dengan adanya inisiatif seperti IdroGEO dan laporan triwulan ISPRA, masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk mengurangi risiko dan melindungi wilayah serta masyarakat yang terancam.***











